Sabtu, 27 November 2010

Mimpi

Teriknya dunia malam
Membuat lupa akan yang akan terjadi
Ambisi yang semakin menjadi
Membawa keluar
Jauh dan jauh


Tergelincir dari sebuah mimpi
Membuat ukiran yang tak pernah di mengerti
Halaman demi halaman
Terukir dengan dengan  nafsu
Sejarah yang tak berarti


Bola mata yang tenggelam
Berkedip dengan tetesan tinta baru
Menyonsong terik
Gemerlap siang hari

Minggu, 21 November 2010

Lenyap dan redup

Hari telah menghewatirkan mereka 
Malam telah memurkakan  mereka 
Tetapi di antara kalian membosankan
  
Aku benci tampak sendirian 
Jadi benci untuk bermimpi sendirian 
Malam membawa seperti menidurkan
  
Sinar mentari lenyap  perlahan-lahan meninggalkan langit 
Sebagai malam bulan menarik dekat 
Begitu juga hati saya melalui hari 
Sekali sehari, setiap hari, malam membawa pikiran dari anda 

Setiap bayangan panjang berbisik 
Anda harus kesepian juga 
Tapi hati saya terus mengatakan 
"Jangan kembali ” 

Ketika di senja saya duduk-duduk hanya untuk bersenang-senang 
Untuk berpikir tentang anda, hanya, kesepian, ketika lenyap di bawah sinar mentari.

Jumat, 12 November 2010

Sahabat

Kau seperti sepotong emas
Itu harus selalu dijaga
Kau seperti sebuah bukit di sisiku
Yang selalu dapat dihubungi

Kau teman untuk dapat disebut
Kau teman untuk dicintai
Kau teman untuk berpegang 
Kau teman untuk mengandalkan

Anda benar-teman yang baik
Saya berharap ini akan tetap berlangsung selamanya 
Kau harta di sini dalam hatiku
Yang saya akan terus selamanya