Enam puluh lima tahun
Cukup Sudah Usiamu
Mengikis Keceriaan
Anak-anak negeri ini
Redup Tanpa Bayang-Bayang
Menguras suara
Di tiap sudut Desa
Di makan oleh usia
Negeri Menangis, Meronta
Mengajarkan pada sang juara
"MERDEKA...Merdeka...Merdeka"
Tangis hati nurani
Tawa sang Juara
Selasa, 17 Agustus 2010
Rabu, 04 Agustus 2010
Dilema
lantunan alat musik berdesir di benakku.
menyanyikan keindahan akan cinta.
ku selami makna cinta itu.
bersama lantunan alat musik
dalam rintihan musik q terhanyut dalam kenangan
Menatap waktu yang lalu bersamamu.
kini raga menghanyut bersama jiwa yang tersiksa akan dirimu.
kmn..kmn kaukan q cari.
sdh lma q menanti.
smpai kpn q hrs bgni.
menanti..berharap dan bermimpi..
tak tahukah kau diri ini trluka.
hnya menanti seseorang seperti dirimu.
brikan cnta trindah pdku.
naungi diriku dgn cntamu.
sllu brsamaku.
BY ; ANA AND ARI
Senin, 19 Juli 2010
Rembulan laksana Mentari
Dikala malam menerpa
Dilakoni seorang diri
Berjalan menelusuri naluri
Menapak Jejak menggenggam Cita2
Tak terasa.....
peluh bercucuran
Dibalas hanya dengan secangkir air keruh
Bernafaskan gumpalan asap
Memberi keindahan dalam gelap
Terpaku menatap lelap
Semangat bergelora untuk berkarya
Membuat ia mampu tersenyum lebar
Bersama mimpi menjadi nyata
Dilakoni seorang diri
Berjalan menelusuri naluri
Menapak Jejak menggenggam Cita2
Tak terasa.....
peluh bercucuran
Dibalas hanya dengan secangkir air keruh
Bernafaskan gumpalan asap
Memberi keindahan dalam gelap
Terpaku menatap lelap
Semangat bergelora untuk berkarya
Membuat ia mampu tersenyum lebar
Bersama mimpi menjadi nyata
Langganan:
Postingan (Atom)




